Puasa wajib bulan Romadhon dan puasa sunah,
menahan lapar dahaga sejak imsak hingga maghrib, mungkin sudah kita laksanakan
secara rutin. Kini mari kita renungkan hal berikut ini.
Puasa artinya menahan diri. Menahan dari apa?
Menahan diri dari godaan nafsu dan setan yang merugikan diri dan orang lain.
Orang Jawa mengatakan Poso (ngeposke/menghentikan
roso yang negatif). Rasa iri, dengki,
riya, sombong, takabur, dan sebagainya harus berhenti. Sebab walaupun puasa
kita secara lahir tidak batal, tetapi jika hati kita muncul rasa yang negatif
tadi, puasa kita sudah berkurang kualitasnya. Untuk mengembalikan kepada
kualitas ibadah yang utuh maka banyak-banyaklah kita beristighfar (mengakui
kesalahan) dan bersholawat kepada Nabi Muhammmad SAW.
Kesimpulannya, kualitas ibadah puasa yang
utuh adalah apabila secara lahir kita bisa menahan diri dari makan dan minum
dari imsak sampai maghrib. Secara batin kita bisa menahan diri dari rasa yang
negatif selama 24 jam terus menerus selama setahun.
Jika kita bisa menepati tuntunan ini, maka
Insya Allah kita dapat meraih kualitas diri yang tinggi. Dari derajat muslim,
meningkat menjadi mukmin, meningkat menjadi muhsin, dan akhirnya menjadi
muhlisin. Amin......
Demikian sedikit bahan renungan dalam
rangka belajar seumur hidup untuk mencapai cita-cita mulia sebagai muslim yang
kaffah. Wallahu a’lam bisshowab.
No comments:
Post a Comment