Allah Ta’ala berfirman,
وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَذْهَبْتُمْ طَيِّبَاتِكُمْ فِي حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا وَاسْتَمْتَعْتُمْ بِهَا فَالْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ
“Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): “Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan” (Qs. Al Ahqaf: 20).
وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَذْهَبْتُمْ طَيِّبَاتِكُمْ فِي حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا وَاسْتَمْتَعْتُمْ بِهَا فَالْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ
“Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): “Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan” (Qs. Al Ahqaf: 20).
Nikmat Allah tidak terhitung banyaknya. Terus mengalir tiada putus, sejak kita di dunia hingga akhirat kelak. Namun, nikmat itu akan terus dinikmati oleh orang-orang yang mau bersyukur. Bersyukur atas rezeki, pada hakikatnya tidak pada banyak atau sedikitnya yang diberikan kepada kita, tetapi pada kekuatan yang diberikan kepada kita sesuai dengan beban yang harus kita tanggung.
Sebuah contoh, seorang pemimpin, ketika diberi kekuatan sehingga dapat memimpin orang-orang yang dipimpinnya secara adil dan tercukupi apa yang dibutuhkan mereka, maka keadilan dan sifat amanahnya itulah rezeki yang sebenarnya.
Untuk mendapatkan kekuatan dari Allah diperlukan aksi timbal balik. Ingatlah kepada Allah, maka Allah juga ingat kepada kita. Beribadahlah kepada Allah maka Allah akan menanggung keselamatan kita di dunia dan di akhirat.
Demikian juga apabila kita ditimpa musibah. Kita hedaknya kembalikan dan yakini bahwa apa yang menimpa kita semua atas izin Allah. Sebagaiman firman Allah berikut :
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan
berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu)
orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innâ
lillâhi wa innâ ilaihi râji`ûn" Mereka itulah yang mendapat keberkatan
yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah
orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. al-Baqarah [2]: 155-157)
Demikian sekelumit bahan renungan, sebagai upaya saling mengingatkan dalam kebaikan. Semoga bermanfaat..amin..
No comments:
Post a Comment