Pokok Persoalan itu adalah tentang MATI
Dari
sebuah hadis dijelaskan bahwa apabila Allah SWT menghendaki seorang mukmin itu
dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut
hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah
zikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata: "Tidak ada jalan
bagimu mencabut roh orang ini melalui jalan ini karena orang ini
sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah SWT." Setelah
malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada
Allah SWT dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin
itu.
Lalu Allah SWT berfirman : "Wahai malaikat maut, kamu cabutlah
ruhnya dari arah lain." Setelah malaikat maut mendapat perintah dari
Allah SWT maka malaikat maut pun coba mencabut roh orang mukmin dari
arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu,
keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluar penulisan ilmu. Maka
berkata tangan: Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin
dari arah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan ini
mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu
pengetahuan." Oleh karena malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang
mukmin dari arah tangan maka malaikat maut coba pula dari arah kaki.
Malangnya malaikat maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata: Tidak
ada jalan bagimu dari arah ini karena kaki ini sentiasa berjalan terus
menerus mengerjakan shalat dengan berjama’ah dan kaki ini juga berjalan
menghadiri majlis-majlis ilmu." Apabila gagal malaikat maut, mencabut
roh orang mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut coba pula dari arah
telinga. Ketika malaikat maut menghampiri telinga, maka telinga pun
berkata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini karena telinga ini
sentiasa mendengar bacaan Al-Qur’an dan zikir." Terakhir malaikat maut
coba mencabut orang mukmin dari arah mata tetapi baru hendak menghampiri
mata maka berkata mata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini sebab
mata ini sentiasa melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab dan mata ini
sentiasa menangis kerana takut akan Allah." Setelah gagal maka malaikat
maut kembali kepada Allah SWT kemudian Allah SWT berfirman : "Wahai
malaikatKu, tulis AsmaKu ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada roh
orang yang beriman itu." Setelah mendapat perintah dari Allah SWT maka
malaikat maut menghampiri roh orang itu dan menunjukkan Asma Allah SWT.
Setelah melihat Asma Allah dan cintanya kepada Allah SWT maka keluarlah
roh tersebut dari arah mulut dengan tenang. (sumber :kompilasi blog)
Dari riwayat para nabi dikisahkan::
-Nabi Kidhir AS masih hidup hingga akhir zaman karena oleh Allah SWT dikaruniai mandi dan minum air 'ainul hayat' (baca perjalanan Nabi Khidhir AS bersama raja Iskandar Zulkarnain).
-Nabi Ilyas AS masih hidup sampai akhir zaman karena ketika akan diwafatkan, beliau mohon supaya tetap hidup karena kalau beliau mati tidak dapat berdzikir lagi, oleh Allah SWT permohonan beliau dikabulkan.
-Nabi Idris AS, meminta malaikat Izrail AS agar mencabut ruhnya dan mohon agar dihidupkan kembali, oleh Allah SWT dikabulkan, akhirnya beliau tinggal di surga di langit ke 4.
Pada riwayat lain disebutkan:
Rasa
sakit dari sakratul maut.
- Sabda
Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus
pedang” (HR Tirmidzi)
- Aisyah Ra berkata, “Aku tak percaya
bahwa rasa sakit saat ajal seseorang yang lain lebih ringan daripada rasa sakit
saat kematian Rasulullah scperti yang ku-saksikan.” Rasulullah Saw berdoa, “Ya
Allah Tuhanku, sesungguhnya Engkau mengambil nyawa dari ruas, sendi,
tulang-belulang bahkan dari ujung jari. Ya Allah Tuhanku, mudahkanlah
kematian itu untukku.”Beliau bersabda sesaat menjelang ajalnya, “Rasa
sakit saat kematian datang ibarat ditusuk dengan 300 mata pedang.”
- Rasulullah SAW Bersabda, “Seringan-ringan rasa sakit saat
kematian sama dengan 700 kali rasa sakit yang disebabkan oleh trisula besi yang
dicabut setelah ditusukkan pada kedua bola mata.”
- Suatu ketika, Nabi Saw menjenguk
seorang yang sakit lalu bersabda, Aku tahu rasa sakit yang kauderita. Tidak ada
urat yang tak merasakan rasa sakit saat kematian datang.”
- Musa As berkata, “Kematian
itu seperti seekor Merpati yang hidup kemudian. ia dibakar (digoreng) di atas
pembakarán (penggorengan), ia tak mampu terbang dan juga tak selamat dari rasa
sakit saat mati.”
- Sabda
Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang Besi panas
berduri yang dimasukkan kedalam mulut sampai ke perut seseorang. Lalu, seorang
lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga besi itupun membawa semua
bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”. (HR
Bukhari) (sumber :kompilasi blog)
Dari berbagai riwayat tadi apa yang engkau pikirkan wahai saudara-saudaraku? kematian yang seperti apakah yang engkau pilih? Mudah-mudahan Allah SWT berkenan mengampuni dosa kita dan meringankan penderitaan saat kematian kita tiba..Amin...
No comments:
Post a Comment