Mengapa Kita Perlu Berguru?
وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً (الإسراء : 36 )
وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً (الإسراء : 36 )
“Dan
janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu
akan diminta pertanggunganjawabnya.” (QS. Al-Israa’:36)
Amirul Mukminin Ali bin Abi Tholib berkata, “Tidak akan didapat ilmu (yang bermanfa’at) kecuali dengan enam perkara......yaitu harus CERDAS, SEMANGAT, BERSABAR, MEIMLIKI BIAYA, MEMILIKI GURU PEMBIMBING DAN WAKTU YANG LAMA.”
Amirul Mukminin Ali bin Abi Tholib berkata, “Tidak akan didapat ilmu (yang bermanfa’at) kecuali dengan enam perkara......yaitu harus CERDAS, SEMANGAT, BERSABAR, MEIMLIKI BIAYA, MEMILIKI GURU PEMBIMBING DAN WAKTU YANG LAMA.”
Berdasarkan dua dalil di atas (Al Qur'an dan sunnah qulafaa'ur raashidiin tersebut di atas cukup jelas bahwa kita harus berguru dalam mempelajari ilmu agama Islam.
Hal-hal apa sajakah yang perlu kita gurukan?
Hal-hal apa sajakah yang perlu kita gurukan?
Para ulama besar sepanjang sejarah sudah memberi arahan bahwa tahap2 dalam belajar agama Islam adalah meliputi syare'at, tarekat, hakikat, dan makrifat.
1. Syare'at (tata lahiriah) :Ibadah yang sudahdigariskanhukum2nya,
tata caranya dan berpedoman pada Al Qu'an dan Hadist Nabi
SAW, ijma' dan Kias. Jadi laksanakan syare'at secara konsisten.
tata caranya dan berpedoman pada Al Qu'an dan Hadist Nabi
SAW, ijma' dan Kias. Jadi laksanakan syare'at secara konsisten.
2. Tarekat (tata batiniah), secara ringkas bertujuan membuang sifat
tercela dan mengisinya dengan sifat yang terpuji.
tercela dan mengisinya dengan sifat yang terpuji.
Rasulullah saw. bersabda,"Ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada
segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan
baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak, niscaya akan rusak
pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama kalbu."
(H.R. Bukhari dan Muslim).
segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan
baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak, niscaya akan rusak
pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama kalbu."
(H.R. Bukhari dan Muslim).
Karena tata batin sangat menentukan maka pentingkanlah tarekat.
3. Hakikat (sinkronnya tata lahir dan tata batin) : terbukti nyata,
jujur, sudah terbuka mata lahir dan batin (iku labeting satria
datan samar lahir batin)
4. Makrifat (lebur dalam kuasa Allah Ta'ala. (anugrah dari Allah
yang diberikan kepada orang yang cinta kepada-Nya dan Allah
juga mencintainya, maka rendah hatilah serendah-rendahnya
ke hadhirat Allah subhanahu wa ta'ala dalam tangis di
keheningan malam yang sunyi-subhanaalah...)
jujur, sudah terbuka mata lahir dan batin (iku labeting satria
datan samar lahir batin)
4. Makrifat (lebur dalam kuasa Allah Ta'ala. (anugrah dari Allah
yang diberikan kepada orang yang cinta kepada-Nya dan Allah
juga mencintainya, maka rendah hatilah serendah-rendahnya
ke hadhirat Allah subhanahu wa ta'ala dalam tangis di
keheningan malam yang sunyi-subhanaalah...)
No comments:
Post a Comment