Inna lillahi wa inna illaihi rajiun
Ketika ditimpa mushibah, Allah mengajarkan umat Muhammad untuk berucap. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya akan kembali). Seperti disebutkan dalam surat al-Baqarah [2]: 155-157
ولنبلونكم بشيء من الخوف والجوع ونقص من الأموال والأنفس والثمرات وبشر الصابرين. الذين إذا أصابتهم مصيبة قالوا إنا لله وإنا إليه راجعون. أولئك عليهم صلوات من ربهم ورحمة وأولئك هم المهتدون.
Artinya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun". Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Jadi "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun" (Asal dari Allah dan kembali kepada Allah) adalah tujuan hidup orang beriman. Kehidupan yang sebenarnya atau hidup yang sempurna adalah SESUDAH MATI. Siapakah orang-orang yang beruntung itu? Mereka adalah orang-orang yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Siapakah orang -orang mendapatkan keberkatan (kebaikan yang banyak lagi tetap) yang sempurna? Mereka yang selalu menghamba pada Allah SWT, tidak kepada yang lain.
Siapakah yang mendapat rahmat (karunia/pemberian) dan mendapat petunjuk dari Allah SWT? Mereka adalah hamba-hamba Allah yang mencintai dan dicintai Allah SWT karena keshalehannya.
Jadi Mati bagi orang yang benar, bener-bener nikmat yang kepati-pati (nikmat yang sempurna)..bagaimana dengan kita...siapkah kita menyambut kebahagiaan yang sempurna tersebut...? atau malah kebalikannya..Takut dengan azab yang menanti..? Jawabnya ada dalam hati kita masing-masing...monggo direnungkan sebelum semuanya terlambat...
No comments:
Post a Comment